BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Monday, February 15, 2010

Doa Maqbul



Pada suatu hari Saad bin Abi Waqqas bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah, doakan aku kepada Allah agar aku dijadikan Allah orang yang makbul doanya." Rasulullah menjawab, "Hai Saad, makanlah yang baik, (halal) tentu engkau menjadi orang yang makbul doanya. Demi Allah yang memegang jiwa Muhammad, sesungguhnya seorang yang pernah melemparkan sesuap makanan haram ke dalam mulutnya (perutnya), maka tidaklah akan dikabulkan doanya selama selama 40 hari. Siapa saja manusia yang dagingnya tumbuh dari makanan yang haram, maka nerakalah yang berhak untuk orang itu." (HR. Alhaafidh Abubakar bin Mardawih dikutip oleh Alhaafidh Ibnu Kathin dalam tafsirnya).

Sudah lelah rasanya berdoa dan memunajat, namun mengapa Allah tidak pula memperkenankan. Permohonan dan permintaan tidak pula Dia kabulkan. Kadang kecewa dan putus asa bila demikian adanya. Bahkan timbul penilaian, Allah telah ingkar janji dengan perkataan-Nya sendiri. Padahal Dia telah menyatakan, "Ud'uunii astajiblakum", berdoalah kepada-Ku, niscaya Ku-kabulkan. Tapi mana buktinya!

Inilah ucapan orang-orang yang tidak pernah mempelajari Al-Qur'an dan Al Hadits. Mereka tidak mengerti bahwa berdoa itu tidak dikerjakan secara sembrono dan sembarangan, tetapi perlu adab-adab dan syarat-syarat tertentu. Mereka menganggap berdoa itu pekerjaan yang sepele dan gampang. Sehingga mereka sering meremehkan dan akibatnya doa tak pernah terkabulkan. Kemudian timbul persangkaan buruk kepada Allah.

Jadi, apa yang menyebabkan doa tidak dikabulkan? banyak hal yang menyebabkan permohonan dan permintaan tidak dikabulkan? Banyak hal yang menyebabkan permohonan dan permintaan tidak diperkenankan Allah. Sudahkan kita menghindari perut kita dari makanan dan minuman yang diharamkan Allah? Bila masih tatap saja perut kita terisi dengan hal-hal yang haram, tentulah doa yang kita panjatkan tak pernah Allah kabulkan.

Sesuap makanan saja, akan mengakibatkan doa kita selama 40 hari tidak terkabul, apabila bila makanan haram yang masuk ke perut kita lebih dari sesuap bahkan berkali-kali sehingga tak terhitung lagi, sudah tentu sampai matipun kita berdoa, Allah tak akan mengabulkannya.

Untuk itu agar doa dikabulkan Allah, perlu pengetahuan dalam tata cara berdoa yang diberitakan Rasulullah. Bagaimana sunnahnya agar permohonan dan permintaan diperkenankan.

Langkah pertama, hindari perut dari kemasukan barang-barang haram. Jangan sampai sesuap pun makanan haram yang kita telan. Jangan setegukpun minuman haram yang kita minum. Selektiflah dalam memilih makanan, yang meragukan sebaiknya ditinggalkan. Pilih saja makanan atau minuman yang benar-benar halal dan baik. Allah berfirman, "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu." (QS. al-Baqarah : 168)

Memakan makanan yang halal dan baik merupakan salah satu bentuk dari ketaatan kita kepada Allah dalam memenuhi segala perintah-Nya. Bila kita selalu taat kepada Allah dan dalam mengarungi kehidupan ini senantiasa berada dalam kebenaran, tentulah segala apa yang kita mohon, kita panjatkan, dan kita minta pastilah Allah akan mengabulkannya.

Langkah kedua, Karena doa ini pekerjaan yang agung dan sangat utama, sebagai inti ibadah, maka dalam pelaksanaannya harus khusyu'dan serius tidak dengan main-main. Usahakan dalam berdoa ini dengan penuh keyakinan, penuh harap dan rasa takut. Merendahkan diri dengan suara yang lirih, tenang, tidak tergesa-gesa, dengan keimanan, dan tahu akan hakikat yang diminta. Allah telah menyatakan,
"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang lembut .." (QS. al-A'raf : 55)

Langkah ketiga, mengetahui waktu-waktu doa dikabulkan. Walaupun berdoa ini bisa dilakukan sembarang waktu, namun ada waktu-waktu yang memang disunnahkan. Insya Allah pada waktu-waktu ini segala doa akan diperkenankan dan dikabulkan.

Ditengah malam yang sunyi dimana orang-orang terlelap dengan tidurnya, ditemani mimpi-mimpi, kita terjaga, berdiri, ruku', sujud, dan memunajat kepada-Nya dengan penuh kekhusyukan dan penuh harap, tentulah Allah akan mendengar dan memperkenankan ratapan, permintaan, dan permohonan kita.

Di akhir-akhir shalat fardhu, di waktu tahiyyat akhir (sebelum), adalah waktu-waktu yang sangat tepat untuk berdoa. Doa apa saja, yang mengarah pada kebaikan, tentu Allah akan mengabulkannya. Rasulullah SAW ditanya, "Pada waktu apa doa manusia lebih didengar Allah?" Lalu Rasulullah menjawab, "Pada tengah malam, pada akhir tiap shalat fardhu." (Mashabih Assunah).

Selain tengah malam dan akhir shalat fardhu, ada juga waktu-waktu yang dimakbulkan doanya sudah tidak diragukan lagi, dan ini pun merupakan sunnah-sunnah Rasulullah SAW. Seperti di sepertiga malam sampai fajar, diantara adzan dan iqamat, di waktu sujud, di bulan Ramadhan, dan di malam lailatul qadar.

Langkah keempat, orang-orang tertentu yang dikabulkan doanya. Walaupun setiap orang yang berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan memenuhi persyaratan-persyaratannya akan dikabulkan, namun ada orang yang doanya dijamin diperkenankan Allah. Setiap ratapan doanya didengar dan dikabulkan. Segala permintaan dan permohonannya mesti diberikan tanpa terkecuali. Allah ridha kepada mereka dan begitu menaruh perhatian yang sangat. Allah istimewakan mereka, karena pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada tara, akhlak yang mulia dan juga ketabahannya dalam menapaki kebenaran.

Allah istimewakan kedua orang tua yang mengasuh, mendidik, dan menafkahi anaknya dengan penuh kasih sayang. Mereka bimbing anaknya menuju jalan yang diridhai Allah, sampai usia anak dewasa. Orang tua seperti inilah yang segala permintaan dan permohonannya dikabulkan.

Musafir yang bepergian untuk maksud baik dan tujuan mulia, orang yang menolong orang lain yang dalam kesempitan, seorang muslim yang mendoakan teman-temannya yang tidak hadir, dan orang shalih, doanya akan diperkenankan dan dikabulkan Allah SWT. Seperti halnya orang tua yang mangasuh anaknya tadi.

Di samping orang-orang yang telah disebut di atas yang dikabulkan doanya, ada juga doa orang-orang yang diangkat Allah ke atas awan, dibukakan pintu langit, dan Allah tidak menolak doanya, yaitu orang yang berpuasa sampai dia berbuka, penguasa yang adil dan orang yang teraniaya.

"Ada tiga orang yang tidak ditolak doa mereka: orang yang berpuasa sampai dia berbuka, seorang penguasa yang adil, dan doa orang yang teraniaya. Doa mereka diangkat Allah ke atas awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah, 'Demi keperkasaan-Ku, Aku akan memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera." (HR. Attirmidzi)

Dari rangkaian ulasan tentang doa di atas, nyatalah bahwa berdoa itu tidak sembarangan dan main-main, tapi memerlukan syarat-syarat yang harus dipenuhi, sehingga janji-janji Allah yang akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya akan menjadi kenyataan. namun harus diingat bahwa Allah dalam mengabulkan doa seseorang hamba, ada yang langsung terkabul di dunia, ada yang ditabung sampai di akhirat, dan ada pula diganti dengan mencegahnya dari bencana.

"Tiada seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkan-Nya dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa." (HR. Atthabrani).

JPA nafi potong elaun COLA, ITKA

KUALA LUMPUR 22 Jan. - Jabatan Perkhidmatan Awam (JPA) hari ini menafikan beberapa elaun dinikmati kakitangan kerajaan seperti elaun sara hidup kakitangan awam (COLA) dan Imbuhan Tetap Khidmat Awam (ITKA) akan dipotong.

"JPA ingin memaklumkan bahawa tidak ada keputusan kerajaan untuk memotong elaun-elaun seperti COLA dan ITKA," menurut jabatan itu dalam kenyataan satu perenggan yang dikeluarkan di sini hari ini.

Kenyataan JPA itu sekali gus menyangkal desas-desus yang mengatakan bantuan sara hidup kepada kakitangan awam termasuk COLA dan ITKA akan ditarik sebagai langkah penjimatan perbelanjaan kerajaan.

Sejak beberapa hari lalu, kira-kira sejuta kakitangan awam berada dalam dilema berikutan tersebarnya berita melalui khidmat pesanan ringkas (SMS) dan laman-laman blog yang mendakwa elaun kakitangan awam akan ditarik.

Utusan Malaysia hari ini menyiarkan kenyataan Presiden Kongres Kesatuan Pekerja-Pekerja Dalam Perkhidmatan Awam (CUEPACS), Omar Osman yang turut menafikan khabar angin tersebut.

sumber : http://www.utusan.com.my/utusan 23 Januari 2010


Rasulullah S.A.W. telah bersabda yang bermaksud : "Sesiapa yang memelihara solat, maka solat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara solat, maka sesungguhnya solat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya." (Tabyinul Mahaarim)

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa : "10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, antaranya :

1. Orang lelaki yang solat sendirian tanpa membaca sesuatu.

2. Orang lelaki yang mengerjakan solat tetapi tidak mengeluarkan zakat.

3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.

4. Orang lelaki yang melarikan diri.

5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (Taubat).

6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.

7. Orang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung.

8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.

9. Orang-orang yang suka makan riba'.

10. Orang yang solatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar."

Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud : "Barang siapa yang solatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya solatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah."

Sumber Bahan :


http://ppdkerian.edu.my/portal/modules.php?name=News&file=article&sid=1082

Wednesday, December 23, 2009

Kod etika blogger

1. Penulis blog perlu jujur dan adil dalam mengumpul, melapor dan menterjemahkan maklumat.

2. Tidak memplagiat hasil tulisan.

3. Mengenal pasti sumber yang boleh dipercayai.

4. Tidak menerbitkan maklumat tidak tepat.

5. Membezakan antara maklumat sokongan, komentari dan fakta.

6. Mengakui sebarang kesilapan dan membuat pembetulan dengan segera.

7. Menerangkan tujuan blog dan membuka perbincangan mengenainya kepada penulis blog lain dan orang ramai.

8. Memberitahu sebarang aktiviti yang diadakan, kerjasama dan juga agenda peribadi mengenai blog.

9. Berhati-hati dalam menyiarkan maklumat sensasi yang boleh memberi kesan pada mana-mana pihak.

Sumber kod etika : Utusan Malaysia Online

Perkara sunat dilakukan pada Hari Asyura

1. Melapangkan masa dengan belanja anak isteri
Fadilat - Allah akan melapangkan hidup mereka pada tahun itu.

2. Memuliakan fakir miskin
Fadilat - Allah akan melapangkan kubur mereka nanti.

3. Menahan marah
Fadilat - Di akhirat kelak Allah s.w.t akan memasukkan mereka ke dalam golongan yang reda

4. Menunjukkan orang sesat
Fadilat - Allah akan memenuhkan cahaya iman dalam hati.

5. Menyapu / mengusap kepala anak yatim
Fadilat - Allah akan mengurniakan sepohon pokok di syurga bagi setiap rambut yang diusap.

6. Bersedekah
Fadilat - Allah akan menjauhkannya daripada neraka sekadar jauh seekor gagak terbang tidak berhenti-henti daripada kecil sehingga ia mati. Diberi pahala seperti bersedekah kepada semua fakir miskin di dunia ini.

7. Memelihara kehormatan diri
Fadilat - Allah akan mengurniakan hidupnya sentiasa diterangi cahaya keimanan.

8. Mandi sunat
Fadilat - Tidak sakit (sakit berat) pada tahun berkenaan.
Lafaz niat : Sahaja aku mandi sunat Hari Asyura kerana Allah Taala.

9. Bercelak
Fadilat - Tidak akan sakit mata pada tahun itu.

10. Membaca Qulhuwallah hingga akhir seribu kali
Fadilat - Allah akan memandangnya dengan pandangan rahmat pada hari akhirat.

11. Sembahyang sunat empat rakaat
Fadilat - Allah akan mengampunkan dosanya walaupun berlarutan selama 50 tahun melakukannya.
Lafaz niat: "Sahaja aku solat sunat Hari Asyura empat rakaat kerana Allah Taala."Pada rakaat pertama dan kedua selepas al-Fatihah dibaca Qulhuwallah 11 kali.

12. Menjamu orang berbuka puasa
Fadilat - Diberi pahala seperti memberi sekalian orang Islam berbuka puasa.

13. Puasa
Niat - Sahaja aku berpuasa esok hari sunat Hari Asyura kerana Allah Taala.
Fadilat - Diberi pahala 1,000 kali haji, 1,000 kali umrah dan 1,000 kali syahid dan diharamkannya daripada neraka.

Wednesday, December 16, 2009

Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun

Inilah doa akhir tahun iaitu hendaklah dibaca 3 kali pada akhirnya waktu asar hari ke 29 atau 30 daripada bulan zulhijjah, maka barangsiapa membaca doa ini daripada waktu yang telah tersebut maka berkatalah syaitan kesusahanlah bagiku dan sia-sialah pekerjaanku pada setahun ini dibinasakan dengan satu saat jua dengan sebab membaca doa-doa ini maka diampuni Allah Ta'ala sekalian dosanya yang setahun ini. Inilah doanya:

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، اللّهُمَّ ماَ عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ ولَمْ ترضه ولم تَنْسَهُ وحَلِمْتَ عَلَيَّ بعدَ قُدْرَتِكَ على عُقُوبَتِي ودَعَوتَنِي إلَى التَّوْبَةِ منه بعد جُرْآتِي على مَعْصِيَتِكَ فَإنِي استغفرك فاغفرلِي وما عَمِلْتُ فيها مِمَّا ترضاه ووَعَدْتَنِي عليه الثَّوابَ فأسئلك اللهم يا كَرِيْمُ ياذا الجلال والإكرام أن تتَقَبَّلَهُ مِنِّي ولا تَقْطَعُ رَجَاِئي مِنْكَ يا كرِيْمُ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.


Sementara fadhilat doa awal tahun pula dinyatakan, Inilah fadhilat doa awal tahun iaitu hendaklah dibaca dia ini 3 kali kemudian daripada sembahyang maghrib pada malam satu haribulan Muharram dan barangsiapa membaca ini maka bahawasanya syaitan berkata Ia telah amanlah anak adam ini daripada aku barang yang tinggal daripada umurnya pada ini tahun kerana bahawasanya Allah Ta'ala telah mewakilkan dua malaikat memelihara akan dia daripada fitnah syaitan, inilah doanya:

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، اللّهُمَّ أنت الاَبَدِيُّ القَدِيْمُ الأوَّلُ وعلى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وُجُودِكَ المُعَوَّلِ، وهذا عَامٌ جَدِيْدٌ قد أقبَلَ نَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فيه من الشيطانِ وأوْلِياَئِهِ وجُنُودِهِ، والعَوْنَ على هذه النَّفْسِ الأمارة بالسوءِ، والاشتِغاَلَ بما يُقَرِّبُنِي إلَيكَ زُلْفَى ياذا الجلالِ والإكرامِ يا ارحمَ الراحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.


Syeikh al-Imam Jamaluddin al-Qasimi berkata doa ini ialah doa yang direka dan tidak berasal dari Nabi s.a.w. tidak juga berasal dari para sahabat, tabiin dan tidak diriwayatkan dalam musnad-musnad sehinggakan ianya tidak wujud dalam kitab maudhuat (iaitu kitab yang memuatkan hadis-hadis palsu). Doa ini hanya dicipta oleh syeikh jadi-jadian. Dan perkataan "berkatalah syaitan kesusahanlah bagiku dan sia-sialah pekerjaanku pada setahun ini dibinasakan dengan satu saat jua dengan sebab membaca doa-doa ini" merupakan suatu pembohongan yang sangat besar ke atas Allah dan Rasul-Nya.

tetapi sekiranya sesiapa yang hendak membacanya tanpa beri'tiqad seperti yang ada di dalam fadhilat yang direka tersebut silakan, kerana termasuk di dalam keumuman doa, dan perlu diingat tidak ada upacara khas atau dibaca beramai-ramai.

(Sumber: http://abusyuaib.blogspot.com/)

Tuesday, December 8, 2009

Dosa Mengumpat Hanya Boleh Diampun Oleh Mangsa






Mengumpat ialah menceritakan atau menyebut keburukan atau kekurangan seseorang kepada orang lain. Rasullah S.A. W. menjelaskan mengenai mengumpat separti sabda nya bermaksud “Mengumpat itu ialah apabila kamu menyebut perihal saudaramu dengan sesuatu perkara yang dibencinya”(Hadis Riwayat Muslim) Mengumpat berlaku sama ada disedari atau tidak.

Perbuatan itu termasuk apabila menyebut atau menceritakan keburukan biarpun tanpa menyebut nama pelakunya tetapi diketahui oleh orang yang mendengarnya. Memandangkan betapa buruk dan hinanya mengumpat, is disamakan seperti memakan daging saudara seagama. Manusia waras tidak sanggup memakan daging manusia, inikan pula daging saudara sendiri.

Dosa mengumpat bukan saja besar, malah antara dosa yang tidak akan diampunkan oleh Allah biarpun pelakunya benar-benar bertaubat. Dosa mengumpat hanya layak diampunkan oleh orang yang diumpatkan. Selagi orang yang diumpatnya tidak mengampunkan, maka dosa itu akan kekal dan menerima pembalasannya diakhirat.

Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud: Awaslah daripada mengumpat kerana mengumpat itu lebih berdosa daripada zina. Sesungguhnya orang melakukan zina, apabila dia bertaubat, Allah akan menerima taubatnya.

Dan sesungguhnya orang yang melakukan umpat tidak akan diampunkan dosanya sebelum diampun oleh orang yangdiumpat” (Hadis riwayat Ibnu Abib Dunya dan Ibnu Hibbad) Disebabkan mengumpat terlalu biasa dilakukan, maka ia tidak dirasakan lagi sebagai satu perbuatan dosa.

Hakikat inilah perludirenungkan oleh semua. Mengumpat dan mencari kesalahan orang lain akan mendedahkan diri pelakunya diperlakukan perkara yang sama oleh orang lain.
Allah akan membalas perbuatan itu dengan mendedahkan keburukan pada dirinya. Sabda Rasulullah S.A.W. “wahai orang beriman dengan lidahnya tetapi belum beriman dengan hatinya! Janganlah kamu mengumpat kaum muslim, dan jangan lah kamu mengintip-intip keaibannya.

Sesungguhnya, sesiapa yang mengintip keaiban saudaranya, maka Allah akan mengintip keaibannya, dan dia akan mendedahkannya, meskipun dia berada dalam rumahnya sendiri” (Hadis riwayat Abu Daud) Orang yang mengumpat akan mendapat kerugian besar pada hari akhirat.

Pada rekod amalan mereka akan dicatatkan sebagai perbuatan menghapuskan pahala. Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud : Perbuatan mengumpat itu samalah seperti api memakan ranting kayu kering”. Pahala yang dikumpulkan sebelum itu akan musnah atau dihapuskan seperti mudahnya api memakan kayu kering sehingga tidak tinggal apa-apa lagi.

Diriwayatkan oleh Abu Ummah al-Bahili, diakhirat seorang terkejut besar apabila melihat cacatan amalan kebaikan yang tidak pernah dilakukannya didunia. Maka, dia berkata kepada Allah “Wahai Tuhan ku, dari manakah datangnya kebaikan yang banyak ini, sedangkan aku tidak pernah melakukannya”. Maka Allah menjawab :” Semua itu kebaikan (pahala) orang yang mengumpat engkau tanpa engkau ketahui”.

Sebaliknya, jika pahala orang yang mengumpat tidak ada lagi untuk diberikan kepada orang yang diumpat, maka dosa orang yang diumpat akan dipindahkan kepada orang yang mengumpat. Inilah dikatakan orang muflis diakhirat nanti.

Memandangkan betapa buruknya sifat mengumpat, kita wajib berusaha mengelakkan diri daripada melakukannya. Oleh itu perbanyakkan lah zikir supaya dapat menghindarkan diri daripada mengumpat.

*Tolong sebarkan kisah ini kepada saudara islam yang lain. Ilmu yang bermanafaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarkannya meskipun dia sudah mati.